Blog

  • Lo Baik-Baik Aja? Yakin?

    Lo Baik-Baik Aja? Yakin?

    Kita sering banget denger kalimat ini:

    “Gue gapapa kok. Cuma capek dikit.”

    Padahal, di balik kata “gapapa” itu, banyak Gen Z yang sebenarnya lagi jungkir balik sama hidup. Tekanan dari kerjaan, ekspektasi keluarga, perbandingan di media sosial, sampe masalah personal yang gak selesai-selesai.

    Tapi kenapa sih kita susah banget ngakuin kalau lagi gak baik-baik aja?

    Tekanan Mental Itu Real, Bro.

    Menurut data WHO, 1 dari 7 anak muda usia 10–19 mengalami gangguan mental. Gen Z jadi salah satu generasi yang paling vulnerable karena hidup di tengah perubahan cepat, ekonomi yang gak pasti, dan tekanan buat selalu “kelihatan oke”.

    Yang bikin ngeri:
    Kebanyakan dari kita gak sadar kalau tekanan itu udah masuk level ngeri.

    Beberapa gejala awal yang sering diabaikan:

    • Susah tidur tapi otak gak bisa berhenti mikir

    • Lelah terus walau udah istirahat

    • Gampang marah/tiba-tiba sedih tanpa alasan jelas

    • Ngerasa sendirian meski lagi rame-rame

    • Fokus susah, kerjaan numpuk, tapi malah scrolling doang

    Kalau lo ngerasa salah satu dari ini, it’s time to pause.

    Normalisasi Ngomong “Gue Lagi Gak Baik-Baik Aja”

    Lo gak harus selalu kuat.
    Lo gak harus selalu senyum.
    Lo gak harus always available buat semua orang.

    Salah satu bentuk kekuatan adalah ngaku kalau lo lagi capek.
    Dan itu bukan kelemahan.

    Makanya, penting banget punya support system:
    temen, komunitas, atau bahkan profesional (psikolog, konselor) yang bisa bantu lo navigasi hidup tanpa harus pura-pura kuat.

    Langkah Awal: Kenal Diri, Bukan Ngelawan Diri

    Gimana caranya?

    ✅ Ikut quiz self-assessment (cek kondisi mental)
    ✅ Nulis jurnal harian (buat melacak emosi lo)
    ✅ Luangin waktu buat digital detox
    ✅ Makan, tidur, dan gerak yang cukup
    ✅ Cari komunitas positif (offline/online)

    Rekomendasi dari Selfify

    Coba quiz “Mental Health Check” di Selfify — cuma butuh 3 menit, dan bisa kasih lo snapshot awal kondisi mental lo.
    Lo bisa mulai dari situ, baru mutusin langkah selanjutnya.

    Lo Gak Sendiri

    Kalau lo sampai baca sejauh ini, artinya lo peduli.
    Dan itu langkah pertama yang penting banget.

    Gen Z itu generasi yang kritis, cerdas, dan berani. Tapi juga generasi yang paling jujur soal luka batinnya.
    Jangan simpen sendiri, karena lo gak harus kuat sendirian.

    Kalau lo ngerasa artikel ini ngena, lo bisa share ke temen lo yang juga butuh denger kalimat:

    “Lo gak harus selalu baik-baik aja.”

  • Kenapa Kita Sering Merasa ‘Baik-Baik Aja’ Padahal Nggak?

    Kenapa Kita Sering Merasa ‘Baik-Baik Aja’ Padahal Nggak?

    “Lo gapapa?” — pertanyaan simpel ini sering banget kita jawab dengan senyum dan kalimat sakti: “Aku baik-baik aja kok.” Tapi beneran deh, seberapa sering jawaban itu cuma basa-basi?

    Menurut beberapa studi tentang kesehatan mental anak muda, lebih dari 60% Gen Z dan Millennial pernah merasa stres berat dalam sebulan terakhir, tapi hanya sedikit yang benar-benar terbuka soal itu. Fenomena ini bukan sekadar denial, tapi bisa jadi bentuk self-defense karena takut dianggap ‘lemah’.

    Ada Apa di Balik Kalimat “Baik-Baik Aja”?

    Kita tumbuh di lingkungan yang sering menganggap curhat sebagai tanda kelemahan. Padahal, justru dengan mengenali emosi dan berani ngomong, kita menunjukkan keberanian dan kesadaran diri.

    Seringkali, kita ngerasa harus selalu ‘kuat’. Entah karena tuntutan sosial, keluarga, atau standar toxic positivity yang bilang “jangan ngeluh, banyak yang lebih susah dari lo.”

    Ciri-ciri Lo Nggak Sebaik yang Lo Kira

    • Lo gampang capek secara emosional, bahkan hal kecil bisa bikin drop.
    • Lo sering ngerasa kosong atau kehilangan arah.
    • Tidur jadi pelarian utama atau justru susah tidur tiap malam.
    • Lo sering mikir “kenapa hidup gue gini-gini aja?”

    Terus Gimana Dong?

    Ngakuin bahwa lo nggak baik-baik aja adalah langkah pertama yang penting. Self-awareness itu bukan kelemahan, tapi kekuatan. Lo bisa mulai dari hal-hal kecil, kayak:

    • Ngisi jurnal harian atau Selfify Quiz buat refleksi diri.
    • Ngobrol sama temen terpercaya atau ikut ruang diskusi aman seperti 2AM Lounge.
    • Nyari bantuan profesional kalau udah ngerasa stuck banget.

    Selfify Bukan Solusi Instan, Tapi Bisa Jadi Teman

    Di Selfify, lo bisa ketemu tools buat lebih kenal diri, mulai dari quiz refleksi, confess wall, sampai konten-konten artikel seperti ini yang ngebantu lo pelan-pelan ngelihat isi kepala lo sendiri.

    Jadi… lo yakin lo baik-baik aja?